• Parenting
  • Toddler Phase
  • Childhood Stage

4 Aturan Dasar Mendisiplinkan Anak dengan Efektif

| Written by Squlio

Tak sedikit orang tua yang mengeluhkan akan susahnya mendisiplinkan buah hatinya. Alih-alih patuh pada apa yang orang tua katakan, buah hati mereka justru cenderung membantah, mengabaikan, bahkan melawan. Untuk mencegah hal ini terjadi, sekaligus untuk mengatasinya, simak dulu aturan dasar mendisiplinkan anak berikut ini, Parents.

temukan 4 aturan dasar mendisiplinkan anak berikut ini
©Sittercity

Sebenarnya, mengajarkan disiplin pada anak sudah bisa dilakukan sejak anak berusia dini. Disiplin sendiri pada dasarnya bertujuan untuk menghindari kesalahan dan adanya hukuman atas perilaku anak yang tidak sesuai.

Namun sayangnya, beberapa orang tua kadang mengadaptasi cara yang kurang tepat untuk membuat anaknya disiplin. Salah satu cara mendisiplinkan anak yang kurang efektif misalnya dengan berteriak-teriak atau membentak. Memang tak bisa ditampik bahwa agak sulit rasanya bagi orang tua untuk tidak meninggikan suaranya ketika anak tidak bisa patuh, atau melakukan perbuatan yang salah. Hanya saja, meneriaki anak justru membuat pesan apapun yang Anda sampaikan tidak akan ia pahami.

Nah, untuk menghindari cara mendisiplinkan anak yang kurang efektif seperti itu, pertama-tama Parents perlu memahami terlebih dahulu 4 aturan dasar mendisiplinkan anak berikut ini.

1. Firm

Firm (kuat) di sini maksudnya adalah bahwa disiplin itu harus berakar pada nilai-nilai universal yang sudah pasti ”baiknya” atau ”benarnya” sambil menjelaskan contoh perilaku yang tidak baik dan tidak benar. Nilai ini disesuaikan dengan norma-norma masyarakat yang ada serta dibarengi dengan nilai religius.

2. Fair

Fair (adil) terkait dengan konsekuensi yang perlu dijelaskan dan diberlakukan. Kalau anak melakukan kesalahan kecil, maka koreksi dan konsekuensinya pun sedikit. Kalau anak patuh, anak juga berhak mendapatkan reward. Di sini anak akan belajar memahami cara kerja hukum sebab akibat sehingga ia pun akan bersikap adil di setiap sendi kehidupannya kelak.

3. Friendly

Friendly (bersahabat) dimaksudkan agar Parents menciptakan suasana yang tidak menegangkan saat mendisiplinkan anak. Ajarkan pula nilai kekeluargaan pada anak dengan selalu ada setiap ia membutuhkan Moms dan Dads, agar saat anak menghadapi masalah, ia tidak akan ragu untuk bercerita.

4. Consistent

Consistent (konsisten) adalah segalanya. Apapun strategi yang Parents lakukan untuk mendisiplinkan buah hati tidak akan efektif jika Anda tidak melaksanakannya dengan konsisten. Jadi, saat buah hati Anda menolak saat diminta membereskan mainannya, jangan buru-buru membereskannya sendiri apalagi sambil mengomel ya, Moms. Anda perlu konsisten dalam mengajari anak untuk menjadi disiplin dan patuh.

Berbeda orang tua memang berbeda pula gaya mendisiplinkan anaknya. Begitu pula antara anak satu dengan lainnya, cara efektif untuk mendisiplinkan mereka pun bisa berbeda-beda. Apapun cara yang Anda terapkan, jangan lupa aturan dasar mendisiplinkan anak di atas ya, Parents.