• Family
  • Financial Strategies

Asuransi Pendidikan untuk Buah Hati, Perlukah?

| Written by Squlio

Asuransi pendidikan untuk buah hati
© Kiplinger

Sesuai fungsinya, asuransi pendidikan adalah untuk proteksi. Pemilik asuransi adalah Dads atau Moms, yang menjadi pencari nafkah utama. Pemilik asuransi diharuskan membayar premi dalam jumlah dan waktu tertentu sesuai pilihan.

Keuntungan asuransi pendidikan?

Pemilik asuransi pendidikan akan mendapatkan dana tiap kali putra-putri memasuki jenjang pendidikan baru, SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi. Selain itu, dana asuransi akan tetap diberikan jika pemiliknya meninggal dunia dengan tanpa membayar premi lagi. Sebaliknya dana yang diambil sebelum waktunya akan dikenakan pinalti, diharuskan membayar dalam jumlah tertentu.

Kapan asuransi ini sebaiknya dimulai?

Sejak usia anak dini. Parents dapat memulai program asuransi pendidikan anak ini sejak buah hati berusia 0 tahun. Keuntungannya adalah premi yang dibayarkan akan lebih murah dibandingkan apabila Anda mengikuti asuransi saat sang buah hati sudah lebih besar. Premi yang harus dibayarkan akan lebih tinggi dengan pertimbangan bertambahnya resiko yang harus ditanggung pihak asuransi. Usia anak dengan batas maksimal 12 tahun dan usia orang tua juga menjadi faktor penentu besarnya premi.

Bagaimana cara memulai asuransi?

Parents tinggal menghubungi pihak asuransi. Lalu, berdasarkan rencana Anda, pihak asuransi akan menghitung berapa dana yang diperlukan untuk masing-masing jenjang pendidikan. Dari situ, bisa disimpulkan berapa besar premi yang harus dibayarkan setiap bulan dalam jangka waktu yang ditentukan. Pihak asuransi juga akan menghitung dana yang terkumpul dengan premi yang sudah ditentukan.

Contohnya, jika saat ini pendapatan Anda sekitar Rp 10.000.000 per bulan, asumsikan 10%- nya untuk biaya asuransi pendidikan anak, yaitu sebesar Rp 1.000.000 per bulan atau Rp 12.000.000 per tahun.

Sumber: Ayah Bunda