• Education
  • Talents & Interests

Bagaimana Cara Memperkenalkan Seni pada Anak?

| Written by Squlio

Parents, Anda mungkin masih mengingat ketika buah hati Anda memasuki usia 1 tahun, ia akan mulai mencorat-coret apa pun yang ada di sekitarnya. Ini merupakan hal yang wajar dan merupakan bagian dari imajinasi dan kreativitas anak. Pertanyaannya, bagaimana cara memperkenalkan seni pada anak agar imajinasi dan kreativitasnya bisa dikembangkan secara terarah?

ketahui cara memperkenalkan seni pada anak sejak dini
┬ęPaint Until You Faint

Anak-anak sudah mampu mengembangkan imajinasi mereka sejak usia 0 hingga 8 tahun. Anak-anak akan mengamati dan menyerap segala yang terjadi di lingkungan sekitarnya. Setiap objek yang dimainkan juga berfungsi sesuai dengan imajinasi anak.

Untuk membantu anak memahami dunia mereka, seni adalah media yang tepat. Seni memfasilitasi mereka dalam mengekspresikan pengalaman dan imajinasi individu mereka secara realistis. Seni juga identik dengan kreativitas seseorang, mengingat produk seni yang ada merupakan hasil dari kreativitas seseorang.

Oleh karena itu berkesenian merupakan cara yang cukup tepat digunakan sebagai media untuk mengembangkan kreativitas serta potensi di dalam diri anak. Dalam banyak pengertian, seni juga sangat identik dengan estetika yang berkaitan dengan perasaan, selera, dan rasa, sehingga berkesenian juga akan bisa melatih ranah rasa dari pelakunya.

Karena anak-anak merupakan masa-masa di mana mereka sangat mudah menyerap apa yang dilihat, didengar, dan dilakukan, maka ada baiknya jika seni diperkenalkan sejak dini. Bagaimana cara memperkenalkan seni pada anak?

Sebenarnya tidak ada cara khusus untuk memperkenalkan seni pada anak. Namun, beberapa tips berikut ini bisa menjadi hal yang bisa Parents lakukan untuk mulai memperkenalkan dan mengajarkan seni pada anak.

Jangan Batasi Kreativitas Anak

Banyak guru maupun orang tua yang menginginkan anak-anak untuk menjadi kreatif namun justru membatasi kreativitasnya. Misalnya, saat anak mewarnai, tanpa sadar kita akan membatasi kreativitasnya jika kita langsung menegur dan melarangnya saat ia mewarnai sampai keluar batas garis. Ini malah bisa membuat anak menjadi tidak nyaman dan malas mengenal seni lebih jauh.

Biarkan Anak Bereksplorasi

Alih-alih melarang anak seperti yang dilakukan di poin 1 di atas, biarkan anak bereksplorasi. Nah, di sinilah peran Anda untuk mendampingi dan mengarahkannya, bukan dengan melarangnya. Misalnya saat anak mencorat-coret tembok dengan krayon, daripada langsung memarahinya, Anda bisa mengarahkannya untuk mengekspresikan imajinasinya pada media yang lain seperti buku gambar.

Berikan Inspirasi pada Anak

Ajaklah anak untuk bersentuhan langsung dengan seni. Anda bisa mengajak buah hati Anda untuk melihat pameran seni, menonton pentas drama atau teater, atau bahkan menonton pertunjukan musik. Ini adalah kesempatan yang sangat baik untuk mengajarkan anak mengapresiasi seni dan mendapatkan inspirasi untuk mengembangkan imajinasi dan kreativitasnya. Selain itu, Anda juga bisa menilai bidang seni apa yang paling menarik minat buah hati Anda sehingga Anda pun bisa membantu menggali minat dan bakat anak dengan tepat.

Setelah memperkenalkan seni pada anak, jangan lupa untuk memfasilitasi dan mendukung kreativitas anak sesuai dengan minat dan bakatnya ya, Parents. Semoga berhasil!