• Education
  • Learning Methods

Mari Mengenal Apa Itu HighScope Curriculum

| Written by Squlio

HighScope Curriculum adalah salah satu kurikulum pendidikan anak usia dini yang sering digunakan di preschool. Sebenarnya bagaimana sih penerapannya dalam mendidik anak usia dini?

mengenal apa itu highscope curriculum
©Unique1

Sejarah Perkembangan HighScope Curriculum

Filosofi di balik kurikulum ini sebenarnya didasarkan pada penelitian dan teori yang dilakukan oleh Jean Piaget dan John Dewey. Sejak saat itu, HighScope Curriculum pun terus berkembang melalui berbagai penelitian. Hingga akhirnya kurikulum ini pun dikembangkan secara praktis oleh pendidik sekaligus ahli tumbuh kembang, Lev Vygotsky, yang menemukan strategi pembelajaran anak usia dini dengan kurikulum ini yang menuntut banyak peran dari orang tua dan guru selaku pengajar. Dalam perkembangannya, pendekatan HighScope ini kemudian digunakan oleh David Weikart sejak tahun 1962.

Prinsip HighScope Curriculum

Menurut para ahli, kurikulum HighScope ini mendorong anak untuk belajar secara aktif serta memberi kebebasan anak untuk belajar. Anak dilibatkan secara langsung dalam pembelajaran dan dapat merasakan pengalaman dengan orang-orang di sekitarnya,  serta dapat membantu anak dalam mengembangkan kemampuan kognitif.

Kurikulum ini memiliki prinsip dasar sebagai berikut:

  1. Anak sebagai pembelajar aktif yang menggunakan sebagian besar waktunya di dalam learning center yang beragam, dapat berupa pengalaman belajar ketika berinteraksi dengan teman, guru, maupun orang tua.
  2. Setiap pelajaran diberikan dengan urutan Plan-Do-Review di mana anak sendiri yang merencanakan apa yang akan dipelajari, melakukan proses pembelajaran dan mengulang kembali apa yang sudah dipelajari secara konsisten.
  3. Guru membantu anak untuk memilih apa yang akan mereka lakukan setiap hari.
  4. Melaksanakan perencanaan pembelajaran yang telah dibuat.
  5. Mengulang kembali yang telah mereka pelajari yang bertujuan membuat hubungan pengalaman lalu dengan apa yang akan dipelajari.
  6. Pengalaman lingkungan yang banyak mengandung pembelajaran (key experience). Lingkungan yang digunakan diutamakan lingkungan familiar dengan kehidupan anak sehingga anak sudah memiliki dasar bagi pengembangan ilmunya.
  7. Dukungan guru dalam interaksi dengan peserta didik sehingga tercipta hubungan yang positif dalam menumbuhkan potensi anak.
  8. Penggunaan catatan anekdot untuk mencatat kemajuan yang diperoleh anak secara berkelanjutan untuk menentukan langkah selanjutnya dalam pembelajaran.

Dalam HighScope Curriculum, tujuan pendidikan di sini tidak hanya mencetak anak yang sukses secara akademik, tetapi juga memiliki skill, mandiri, dan percaya diri. Selain itu, model pendidikan ini juga mengajak anak untuk berempati, berkomunikasi, dan bekerja sama dengan orang lain. Namun tentu saja, guru dan orang tua selaku pendidik juga harus aktif dan kreatif.