• Education
  • Learning Methods

International Primary Curriculum, Metode Pendidikan yang Berpusat pada Siswa

| Written by Squlio

Sebuah proses pembelajaran yang paling baik untuk seorang anak adalah yang mampu membuat anak senang saat melakukannya. Proses ini harus dapat memfasilitasi anak untuk mempelajari apa yang perlu dipelajari sekaligus apa yang ingin dipelajari. Dan, IPC atau International Primary Curriculum  adalah salah satu metode pendidikan yang berpusat pada anak.

apa dan bagaimana international primary curriculum itu
©Red Hill

Sekilas tentang International Primary Curriculum

International Primary Curriculum merupakan kurikulum pendidikan yang berasal dari Inggris. Kurikulum ini baru diperkenalkan tahun 2000. Kini telah dipergunakan di  sekolah internasional di 65 negara. Kurikulum ini mengajar siswanya secara komprehensif, tematik, dan kreatif.

Kurikulum IPC ini menekankan pentingnya student-centered education, yaitu pembelajaran yang berpusat pada siswa. Dalam kurikulum ini, siswa tidak dituntut untuk menghafal. Siswa mengingat hal-hal baru yang dipelajarinya melalui aktivitas-aktivitas menarik sebagai pengalaman belajar.

Aktivitas-aktivitas pembelajaran dalam kurikulum IPC memuat personal learning goals yang membentuk karakter kepribadian siswa yang dapat mampu beradaptasi dengan baik dalam lingkungan global. Untuk mencapai tujuan tersebut, guru membutuhkan kerja sama dengan orang tua untuk mendampingi siswa menggali nilai-nilai lokal dari setiap aktivitas yang dijalankan.

Pentingnya Dukungan Orang Tua dan Guru

Untuk keselarasan pandangan antara guru dan orang tua, setiap semester diadakan Parent-Teacher Conference. Kegiatan ini bertujuan untuk mendiskusikan perkembangan siswa, baik akademik maupun non akademik. Guru melaporkan potensi yang dimiliki siswa, dan juga membahas persoalan yang dihadapi siswa.

Dalam proses pembelajaran dengan menggunakan kurikulum IPC ini, sangat jelas adanya nilai-nilai personal learning goals yang hendak ditanamkan dalam diri siswa seperti enquiry (keingintahuan), adaptability (penyesuaian diri), resilience (keuletan), morality (moral), communication (komunikasi), thoughtfulness (rasa simpati), cooperation (kerja sama), respect (menghargai).

Dan untuk mencapai goal tersebut, kerjasama antara orang tua dan guru sangat dibutuhkan di sini. Itulah yang menjadi salah satu inti sekaligus kekuatan dari kurikulum ini, yakni di mana adanya goal yang jelas serta bagaimana semua pihak, yaitu orang tua dan guru, harus sama-sama berperan aktif dalam mencapai goal tersebut.

Sumber: KinderStation