• Family
  • Health Guidance

Kekurangan Zat Besi Bikin Prestasi Anak Menurun

| Written by Squlio

Di masa kehamilan, ibu hamil diharuskan mencukupi kebutuhan zat besi. Salah satu manfaat dari zat besi selama kehamilan adalah mencegah anemia dan mengurangi risiko bayi lahir prematur. Sebab, zat besi tidak hanya dibutuhkan ibu ketika hamil. Tetapi saat bayi lahir hingga dalam masa tumbuh kembangnya bahkan sampai dewasa zat besi sangat dibutuhkan tubuh. Karena zat besi digolongkan sebagai nutrisi penting bagi tumbuh kembang anak.

dampak kekurangan zat besi pada anak
┬ęThe People’s Assembly

Menurut Dr. dr. Inge Permadhi, MS., SpGK., zat besi sangat dibutuhkan anak sejak dalam kandungan hingga lahir karena zat besi diperlukan tubuh untuk memindahkan oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh dan membantu otot untuk dapat menyimpan dan menggunakan oksigen.

“Kekurangan zat besi akan sangat fatal bagi tumbuh kembang anak. Sebab, kekurangan zat besi dapat menyebabkan pertumbuhan anak tidak optimal karena oksigen tidak bersirkulasi dengan baik dalam tubuh. Selain itu, juga bisa menyebabkan anak sulit berkonsentrasi dan lemas,” urainya.

Fungsi Zat Besi

Bersama protein, zat besi akan membentuk Hemoglobin (Hb) yang terdapat dalam sel darah merah. Nah, Hb akan berfungsi untuk mengikat oksigen dan mendistribusikannya ke seluruh tubuh. Zat besi juga memengaruhi perkembangan otak anak. Anak yang kekurangan zat besi sejak bayi bisa menderita anemia dan masalah perkembangan kognitif jangka panjang.

“Oksigen akan digunakan untuk proses metabolisme tubuh yang nantinya menghasilkan energi. Kekurangan zat besi pada anak akan memicu gangguan pertumbuhan fisik dan mental anak,” kata Dr. dr. Inge, SpGK.

Ciri Anak Kekurangan Zat Besi

Umumnya, anak yang kekurangan zat besi akan menunjukkan gejala lemas, mudah capek, sulit berkonsentrasi, pucat, tidak nafsu makan, bahkan sampai bernafas dengan pendek dan cepat. “Kekurangan zat besi bisa membuat peradangan pada lidah dan detak jatung tidak beraturan. Hal yang paling mudah yang bisa dilihat ketika anak kekurangan zat besi adalah anak lebih lemas, wajah terlihat pucat. Aktivitas anak jadi terganggu dan tidak aktif dan sehat seperti anak kebanyakan,” tandas Dr.dr Inge, SpGK.

Seperti yang dituturkan oleh Putri (26), ibu dua anak, Panji (7) dan Shalom (5), perbedaan prestasi dari dua anaknya sangat menonjol. Menurutnya, Panji yang sejak balita sulit sekali makan sayuran ini memang lebih mudah capek dan lelah. Berbeda dengan Shalom, yang sejak usia enam bulan sudah menyukai sayuran hijau dan ikan. “Panji lebih sulit berkonsentrasi, tetapi Shalom sangat mudah untuk mengingat. Saat saya konsultasi ke dokter, ternyata Panji memang harus lebih banyak mengonsumsi makanan yang kaya zat besi, seperti sayuran hijau dan ikan supaya tidak terkena anemia di kemudian hari,” urai Putri.

Nah, dari pengalaman Putri, lantas, apa yang harus kita dilakukan untuk mencegah kekurangan zat besi pada anak? Tunggu artikel kami selanjutnya yang akan mengupas tentang sumber makanan yang kaya zat besi.

Sumber: Fimela