• Education
  • Learning Methods

Kurikulum Internasional yang Sering Digunakan Sekolah

| Written by Squlio

Kurikulum internasional yang sering digunakan sekolah
© Oxford

Inilah 4 kurikulum internasional yang sering digunakan oleh sekolah-sekolah Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK/Internasional) di Indonesia.

Cambridge International

Kurikulum yang berasal dari Inggris ini merupakan kerangka kerja yang fleksibel, yang didukung oleh praktik dan penilaian pendidikan terbaik. Kurikulum internasional ini telah mendapat pengakuan dunia. Sejumlah sekolah di Indonesia telah menyelenggarakan sebanyak 28.000 ujian dengan menggunakan kurikulum Cambridge International, peningkatan sebanyak 15% sejak tahun 2012. Kini terdapat 166 sekolah berkurikulum Cambridge International di Indonesia dan lebih dari 9.000 sekolah tersebar di 160 negara menerapkan kurikulum ini.

International Baccalaureate (IB)

Merupakan fondasi pendidikan internasional yang bermarkas di Jenewa, Swiss, yang didirikan pada tahun 1968, kurikulum IB adalah kualifikasi yang diakui secara internasional, yang mempersiapkan siswa untuk melanjutkan kuliah di universitas di berbagai belahan dunia.

Dalam program IB Diploma, siswa akan mengikuti enam pelajaran yang dirancang khusus untuk memastikan mereka agar memiliki wawasan luas di bidang bahasa, pelajaran sosial, pelajaran eksperimental, matematika, dan seni. Sebagai tambahan, program ini memiliki tiga inti persyaratan yang menantang siswa untuk menerapkan pengetahuan dan pemahaman yang telah mereka dapat, yaitu extended essay, theory of knowledge dan CAS (creative, action, service).

International Primary Curriculum (IPC)

Kurikulum dari Inggris ini baru diperkenalkan tahun 2000 dan telah digunakan di sekolah internasional di 65 negara. Kurikulum internasional ini mendidik siswanya secara komprehensif, tematik dan kreatif.

Pembelajarannya menggunakan sejumlah tema, misalnya tema holiday atau toys. Anak-anak diminta mengaitkan dengan pengalaman pribadi mereka terkait tema tersebut. Dengan cara ini pelajaran bisa lebih mudah diserap oleh anak. Tujuan kurikulum IPC adalah mencetak anak-anak yang bisa bekerja sama, punya keterampilan komunikasi yang baik, jiwa kepedulian tinggi, tangguh, memiliki respek, dan moral yang baik.

Singaporean Primary School Curriculum

Kurikulum internasional ini mengajarkan matematika, sains, bahasa Inggris, kesenian, musik dan pelajaran sosial. Kurikulum pada sekolah lanjutan di Singapura dikenal di seluruh dunia atas kemampuannya untuk mengembangkan siswa melalui pemikiran yang kritis dan keterampilan intelektual. Namun, kelemahan kurikulum ini, guru menjadi tokoh sentral yang mengajar satu arah. Anak-anak tidak dibiasakan untuk berdiskusi sehingga siswanya cenderung kurang berani bertanya atau mengemukakan pendapatnya.

Sumber: Femina