• Education
  • Learning Methods

Storytelling untuk Menstimulasi dan Meningkatkan Kecerdasan Anak

| Written by Squlio

Siapa yang suka membacakan cerita atau dongeng sebelum tidur untuk buah hatinya? Nah, jika Anda belum melakukannya, maka Anda perlu mulai membiasakannya karena berbagai penelitian telah menemukan manfaat storytelling untuk kecerdasan anak lho, Parents.

apa sih manfaat storytelling untuk kecerdasan anak
©Nest Chestnut Hill

Di zaman seperti sekarang ini, kita bisa melihat bahwa anak-anak seolah tidak bisa lepas dari kegiatan seperti bermain gadget ataupun menonton televisi. Padahal, ada banyak penelitian yang telah menemukan dampak negatif gadget dan televisi bagi perkembangan anak jika mereka terpapar terhadap keduanya secara berlebihan.

Penelitian yang dipresentasikan dalam Pediatric Academic Societies Meeting di San Francisco menemukan bahwa setiap tambahan 30 menit waktu yang digunakan untuk bermain gadget dapat meningkatkan risiko terlambat bicara atau speech delay hingga 49%.

Penelitian lain menyebutkan bahwa melihat televisi lebih dari 6 jam sehari bisa menimbulkan dampak negatif pada anak, di antaranya mendorong anak menjadi konsumtif, berpengaruh terhadap sikap, mengurangi semangat belajar, membentuk pola pikir sederhana, mengurangi konsentrasi, mengurangi kreativitas, dan lain sebagainya.

Untuk mencegah dan menekan berbagai pengaruh buruk tersebut, para pakar parenting menyarankan sebuah metode yang bisa dilakukan oleh para orang tua untuk menstimulasi dan meningkatkan kecerdasan anak, yaitu dengan bercerita atau storytelling.

Manfaat Storytelling untuk Kecerdasan Emosional Anak

Dengan membacakan cerita, ikatan emosional antara orang tua dan anak akan terbangun. Hal ini akan memperkuat kecerdasan emosi anak. Cerita dapat berfungsi sebagai “medan dialog” kehidupan antar tokoh di dalamnya yang menyajikan banyak contoh karakter kehidupan yang dapat mengembangkan aspek kecerdasan emosional anak.

Ketika Parents menyampaikan cerita, berlangsunglah aktivitas otak emosional anak untuk melakukan proses “olah rasa”. Sehingga, nilai-nilai dan pesan moral dari cerita yang Parents sampaikan akan melatih rasa empati anak sehingga anak pun dapat mengenali dan memahami emosi diri sendiri dan orang lain.

Manfaat Storytelling untuk Kecerdasan Bahasa Anak

Storytelling merupakan metode yang efektif untuk meningkatkan kecerdasan bahasa anak usia dini. Menurut berbagai penelitian, membacakan cerita untuk anak dapat membantu mengajarkan anak untuk mendengar, membangun keterampilan komunikasi oral dan tulisan, dan mengembangkan pemahaman dari alur cerita.

Selain itu, para ahli juga sepakat bahwa storytelling mampu membantu anak mengembangkan kelancaran berbahasa, menambah perbendaharaan kata, dan membantu mengingat kata. Anak juga menjadi tertarik untuk bertanya ketika mereka tidak memahami isi cerita, dan dari proses inilah kemudian perbendaharaan kata anak bertambah.

Manfaat Storytelling untuk Merangsang Kreativitas Anak

Kreativitas pada anak merupakan kemampuan yang bukan hanya ada begitu saja, tetapi membutuhkan stimulasi dari pihak luar termasuk orang tuanya. Psikolog dari Rumah Sakit Thamrin International, Jakarta, Octaviani Ranakusuma mengatakan bahwa dengan membacakan cerita untuk anak secara rutin, orang tua secara tak langsung telah memasukkan ide-ide baru dengan cara terbaik. Lewat cerita, imajinasi anak juga tumbuh dengan sendirinya.

Nah, Parents, sebelum mulai membacakan cerita untuk buah hati Anda, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan. Untuk mendapatkan manfaat storytelling untuk kecerdasan anak secara efektif, cerita juga harus disesuaikan dengan level kognitif anak. Di usia pra sekolah, level kognitif anak berada pada operasional kongrit sehingga cerita yang perlu Parents berikan haruslah bersifat konkrit dan tidak membutuhkan daya penalaran yang tinggi. Selain itu, aspek yang harus diperhatikan agar berjalan dengan efektif adalah memiliki komunikasi dua arah antara Parents sebagai pembaca cerita dan buah hati Anda sebagai pendengar.