• Family
  • Inspirations

Marvel Gracia, Bocah Pencipta Tari Peraih Anugerah Nasional Kekayaan Intelektual

| Written by Squlio

Marvel Gracia, seorang anak berusia 12 tahun, menjadi penerima Anugerah Nasional Kekayaan Intelektual termuda yang diberikan oleh pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia. Luar biasa!

cerita tentang Marvel Gracia yang memiliki 4 hak paten atas tarian ciptaannya
©Youtube

Dalam rangka memperingati Hari Kekayaan Intelektual Sedunia ke-18, pemerintah memberikan penghargaan kepada sejumlah insan dan perusahaan. Pemerintah mengusung tema “Generasi Indonesia yang Inovatif, Kreatif, dan Berkarakter”.

Tema ini sangat cocok dengan salah satu penerima penghargaan tersebut, yaitu Marvel Gracia. Pada 26 April 2018 lalu, Marvel menerima Anugerah Nasional Kekayaan Intelektual sebagai siswa inovatif dan kreatif bidang hak cipta dan hak terkait. Penghargaan tersebut diserahkan secara langsung oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna Hamonangan Laoly di Istana Wakil Presiden.

Marvel adalah penari cilik asal Kartasura, Sukoharjo, yang sebelumnya pada tahun 2017 juga telah menerima Anugerah Kebudayaan dan Penghargaan Maestro Seni Tradisi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk kategori Anak dan Remaja.

Tak sekedar sebagai penari, Marvel adalah seorang pencipta tari. Ya, di usianya yang masih sangat belia ini, Marvel bahkan sudah menciptakan 4 tari garapannya yang saat ini tengah menjalani proses hak cipta atau paten. Keempat tari karyanya tersebut masing-masing berjudul Persahabatan, Ingin Berhujan Hujan, Garuda, dan Sepeda Santai. Temanya seputar dunia anak, sesuai dengan judul yang dibuat. Tarian tersebut telah dipentaskan di beberapa tempat misalnya saat Malam Anugerah Budaya, Jakarta, dan acara tari di Yogyakarta tahun lalu.

Siswa kelas V SD Negeri Pucangan 2, Kartasura, Sukoharjo ini mengaku sangat bahagia dengan penghargaan yang ia peroleh. Menurut Marvel dan kedua orang tuanya, ada 2 faktor dominan yang mendukung Marvel menelurkan karya-karyanya ini. Pertama karena bakat dan kedua karena kemauan. Tentang bakat, Marvel mendapatkannya dari sang ayah yang merupakan penari kontemporer kondang asal Solo, Mugiyono Kasido, yang kapasitasnya juga telah mendunia. Selain itu, minat dan kemauan Marvel yang tinggi untuk belajar menari yang juga sangat didukung oleh kedua orang tuanya pun turut berperan besar.

Marvel aktif menari sejak usianya masih 5 tahun. Tak hanya panggung dalam negeri, ia pun beberapa kali pentas kolaborasi di luar negeri. Di antaranya pentas bersama Virpi Pahkinen dan Oskar Landstrom dari Swedia pada tahun 2011, dan kolaborasi bersama seniman Thailand, Korea Selatan, Italia, serta USA dalam proyek Ejecting Human pada tahun 2012.

Semoga prestasi Marvel Gracia ini bisa menjadi inspirasi dan motivasi dalam mengembangkan bakat buah hati Anda, Parents.