• Family
  • Financial Strategies

4 Tips Mengajarkan Anak Mengatur Uang Saku

| Written by Squlio

Uang saku adalah salah satu hal yang sangat penting bagi anak sekolah. Tapi, uang saku bukan sekedar alat untuk membeli makanan di sekolah saat jam istirahat saja lho, Parents. Ini juga bisa menjadi media untuk melatih anak mengatur keuangannya di masa depan. Jadi, simak tips mengajarkan anak mengatur uang saku berikut ini.

dapatkan tips mengajarkan anak mengatur uang saku
©Alliant

Sebelum berangkat sekolah, umumnya kita sebagai orang tua akan memberikan uang saku pada buah hati kita. Entah itu nanti akan ia gunakan untuk membeli jajanan saat jam istirahat, atau untuk membeli barang lainnya.

Nah, menurut pakar marketing sekaligus motivator handal, Tung Desem Waringin, memberikan uang saku kepada anak menjadi alat untuk mendidik anak-anak soal keuangan sejak dini. Dari pengaturan uang saku, anak dididik agar bisa mengelola keuangan pribadi nantinya.

Untuk itu, berikut ini ada 4 tips untuk mengajarkan anak mengatur uang sakunya yang bisa Anda terapkan pada buah hati Anda:

1. Sesuaikan Kebutuhannya

Sebelum menentukan berapa besar uang saku yang akan Anda berikan pada buah hati, maka hitunglah terlebih dahulu kebutuhannya setiap hari di sekolah. Kemudian, berikan sedikit uang lebih untuk berjaga-jaga.

2. Ajak Anak Menabung Sebagian Uang Sakunya

Membiasakan buah hati menabung sejak dini juga bisa dilakukan saat mengajarkan anak mengatur uang sakunya. Ajarkan anak untuk menggunakan uang saku sesuai dengan yang ia perlukan saja kemudian sebagian yang tidak terpakai bisa ia tabung. Anda bisa menyediakan celengan atau boleh juga mengajak anak membuka tabungan di bank agar ia lebih termotivasi untuk menabung.

3. Hindari Kebiasaan Memberi Uang Saku Tambahan

Sebaiknya Anda tidak memberikan uang saku ekstra untuk kebutuhan jajannya, kecuali untuk kebutuhan sekolah seperti membayar uang sumbangan kegiatan sekolah atau sejenisnya. Ini bertujuan agar buah hati Anda bisa mengukur kemampuannya untuk membelanjakan uangnya agar uangnya bisa bertahan selama waktu yang ditentukan.

4. Bicarakan Perkara Uang Saku dengan Anak

Ini juga sangat penting, Parents. Anda harus bicara kepada anak Anda jumlah uang yang akan diberikan kepadanya. Jika dia tidak membawa bekal dari rumah, tanyakan berapa harga rata-rata makanan di kantin sekolahnya. Bahas juga apakah anak Anda ingin diberi uang saku per hari, per minggu, atau per bulan. Kemudian, diskusikan cara mengatur uang sakunya sesuai budget hariannya.

Mengajarkan anak mengatur uang saku sejak dini sangatlah penting agar kelak anak dapat mengatur keuangannya dengan baik saat dewasa. Jadi, tunggu apa lagi Parents, mulailah mengajarkan buah hati Anda mengatur keuangannya sendiri mulai dari sekarang.