• Parenting
  • Toddler Phase
  • Childhood Stage

Mengajarkan Anak Melakukan Pekerjaan Rumah Tangga

| Written by Squlio

Salah satu bentuk mengajarkan tanggung jawab pada buah hati bisa Parents lakukan dengan mengajak mereka melakukan pekerjaan rumah tangga. Namun, mengajarkan tugas rumah pada anak ternyata bisa dibilang gampang-gampang susah.

cara mengajarkan tugas rumah pada anak sejak usia prasekolah
©Reader’s Digest

Saat  diberikan kepercayaan untuk melakukan tugas rumah, maka ini akan memberikan kebanggaan dan pencapaian tersendiri bagi seorang anak. Selain itu, melakukan tugas rumah akan membantu anak mempelajari ketrampilan praktik dan membuat anak merasa dihargai sebagai bagian dari sebuah tim, yang terdiri dari seluruh anggota keluarga di rumah.

Hanya saja, tak sedikit anak yang tidak menyukai melakukan tugas rumah yang diberikan pada mereka. Biasanya anak merasa melakukan tugas rumah itu membosankan dan mereka lebih memilih untuk bermain.

Di sini, Parents perlu memahami bahwa anak tidak memiliki struktur nilai yang sama seperti orang dewasa. Kebanyakan orangtua merasa sudah menjadi kewajiban anak untuk melakukan tugas rumah, untuk  berbagi tugas dan tanggung jawab sebagai anggota keluarga. Mungkin beberapa anak bisa memahami kalau mereka harus melakukan tugas rumah karena mereka adalah bagian dari keluarga yang tinggal dalam satu rumah. Tapi mereka masih sulit untuk menghubungkan konsep ini dalam bentuk tindakan.

Nah, di awal masa prasekolah, nilai sesungguhnya bukanlah untuk membuat semua tugas rapi dikerjakan. Tujuan yang lebih mendasar adalah menanamkan kebiasaan untuk membantu. Secara alamiah, anak-anak usia 2, 3, dan 4 tahun senang sekali membantu. Jadi, langkah pertama untuk mengajarkan tugas rumah pada anak bisa dilakukan pada tahap ini. Dengan memanfaatkan dorongan alami anak untuk membantu Moms dan Dads melakukan pekerjaan rumah tangga, akan lebih mudah untuk mengajarkan anak melakukan pekerjaan rumah. Seiring pertumbuhan dan perkembangan anak, ia pun bisa mengatasi tugas yang lebih kompleks dan mulai melakukan beberapa hal secara mandiri.

Hal Yang Perlu Diingat Saat Mengajarkan Tugas Rumah Pada Anak

Saat meminta anak melakukan pekerjaan rumah, ada beberapa hal yang perlu Anda ingat:

1. Hindari Ekspektasi Terlalu Tinggi

Proses mempelajari sesuatu hal selalu membutuhkan waktu. Begitu pula saat Anda mengajarkan tugas rumah pada anak. Jangan berharap anak Anda bisa melakukan semua tugas setiap hari tanpa perlu diingatkan atau ia melakukannya dengan sangat baik saat pertama kali diminta.

2. Kenalkan Tanggung Jawab

Ingat bahwa tujuan kita meminta anak melakukan tugas rumah adalah untuk mengajarkan tanggung jawab. Yang pertama, bangunlah dasar tanggung jawab personal seperti menggosok gigi, menggunakan toilet, mencuci tangan, dan memakai baju sendiri. Kemudian kenalkan ia dengan tanggung jawab sosial yang berupa melakukan tugas rumah tangga.

3. Berikan Instruksi Spesifik

Sebagian besar dari kita mungkin sering meminta anak untuk membereskan mainannya. Alih-alih menggunakan kalimat seperti “Bereskan mainanmu” yang membingungkan bagi anak prasekolah, Anda bisa gunakan kalimat seperti “Masukkan mainannya ke dalam keranjang” atau “Letakkan mainanmu di lemari”.  Tunjukkan bagaimana melakukannya sebanyak beberapa kali di saat pertama Anda memintanya.

4. Jangan Berikan Reward

Jangan beri imbalan untuk tugas yang dikerjakan anak karena ini bisa merusak tujuan Anda untuk mengajarkan nilai berkontribusi pada keluarga dan mengembangkan rasa bangga terhadap tugas yang telah dikerjakan dengan baik.

5. Berilah Pujian

Saat anak melakukan tugas rumah, berikan ia semangat dan bukannya mengkritik. Tunjukkan bahwa Anda menghargai apa yang telah ia lakukan. Penguatan positif ini akan sangat membantu proses perkembangan mental anak usia prasekolah.

6. Hindari Mengoreksi Pekerjaan Anak

Saat mengajarkan tugas rumah pada anak, tunjukkanlah padanya bagaimana cara melakukan pekerjaan tersebut kemudian biarkan ia melakukannya dengan caranya sendiri. Saat ia melakukan kesalahan, jangan buru-buru memperbaiki kesalahannya. Ini akan menurunkan rasa bangga pada diri anak karena diminta membantu pekerjaan rumah dan akhirnya membuat dia tidak mau membantu lagi.

7. Sesuaikan Usia Anak

Berikanlah tugas yang sesuai dengan usia anak. Jika tugas yang Anda berikan terlalu sulit, anak bisa frustrasi dan tidak mau melakukannya.

Berikut ini adalah pekerjaan rumah tangga untuk anak berdasarkan usia:

Usia 1-2 Tahun

  • Menuang air atau susu ke gelas
  • Meletakkan pakaian kotor ke keranjang
  • Membuka tirai
  • Memilih pakaian dari 2 pilihan
  • Melepas sepatu
  • Merapikan mainan
  • Menyalakan dan mematikan lampu
  • Mengelap tumpahan sesuatu

Usia 2-3 Tahun

  • Pekerjaan anak usia 1-2 tahun
  • Mengupas snack
  • Mencuci buah atau sayuran
  • Mengelap meja
  • Memakai sepatu
  • Menyiran tanaman

Usia 3-4 Tahun

  • Pekerjaan anak usia 1-3 tahun
  • Mengambil bahan makanan untuk dimasak
  • Menggunakan toilet
  • Merapikan tempat tidur
  • Memakai baju

Bagaimana dengan buah hati Anda, Parents? Pekerjaan rumah apa saja yang sudah bisa mereka lakukan? Tetap semangat ya untuk mengajarkan tugas rumah pada anak agar ia menjadi anak yang mandiri dan bertanggung jawab saat dewasa nanti.