• Parenting
  • Toddler Phase
  • Childhood Stage

Bagaimana Menjelaskan Tentang Berita Kekerasan pada Anak?

| Written by Squlio

Peristiwa ledakan bom yang terjadi di Surabaya beberapa waktu yang lalu tak bisa dipungkiri telah memberikan duka dan kesedihan bagi kita semua. Berita seputar peristiwa ini pun sedikit banyak sampai juga ke telinga buah hati kita. Jika demikian, apa yang harus kita lakukan untuk menjelaskan berita kekerasan semacam ini pada anak?

simak tips menjelaskan berita kekerasan pada anak
©Star of Mysore

Seiring dengan semakin mudahnya anak-anak mengakses informasi, entah itu melalui media televisi maupun internet, maka kita harus menyadari bahwa anak-anak pun menjadi lebih mudah mendapatkan berita-berita berbau kekerasan. Di saat seperti ini, banyak orang tua yang belum siap untuk menjawab dan menjelaskan mengenai hal ini.

Anak-anak mungkin akan melontarkan pertanyaan semacam “Kenapa sih orang melempar bom?” atau “Kenapa orang-orang itu meninggal?”, dan sebagainya. Apalagi jika buah hati Anda termasuk anak yang kritis dan banyak bertanya. Ketika menghadapi situasi seperti ini, menghindari pertanyaan anak bukanlah solusi yang bijak.

Untuk itu, ikuti beberapa tips berikut ini untuk menjelaskan berita kekerasan pada buah hati dan bagaimana menyikapinya:

  1. Cari tahu seberapa banyak informasi yang diperoleh anak dan sejauh mana ia memahaminya.
  2. Tetap berlaku seperti biasa agar anak tidak ikut khawatir dan tetap merasa aman, namun tetap lakukan langkah protektif.
  3. Pilih suasana dan waktu yang tepat untuk mendiskusikan dan menjelaskan perihal berita yang ia lihat.
  4. Bersikap tenang dan tidak bereaksi berlebihan terhadap berita kekerasan jauh lebih baik ketimbang membahasnya di depan anak.
  5. Hindari menyalahkan dan memperkuat prasangka yang salah terhadap kelompok tertentu yang dikaitkan dengan peristiwa kekerasan tersebut.
  6. Sebisa mungkin jauhkan anak dari berita-berita berbau kekerasan agar ia tidak ketakutan.
  7. Ajak anak untuk mengenali emosinya saat mendengar berita tersebut, entah itu sedih, marah, khawatir, dan sebagainya.
  8. Ajarkan anak cara bereaksi dalam situasi darurat, misalnya bersikap tenang, mengetahui tanda-tanda keamanan, seperti pintu darurat, menghafal nomor telepon orang tua, memahami dan dapat mengikuti instruksi, dan sebagainya.
  9. Tumbuhkan rasa sensitif dan responsif anak pada lingkungan sekitar, misalnya siapa yang membutuhkan bantuan di saat seperti ini.
  10. Jauhkan anak dari kosa kata negatif seperti pemerkosa, teroris, pelacur, atau psikopat karena ini hanya akan menambah ketakutan anak.

Pada intinya, menjelaskan berita kekerasan pada anak harus kita sesuaikan dengan usia anak dan sejauh mana ia dapat memahami situasi yang tengah terjadi. Dan satu hal yang paling penting adalah berikan anak rasa aman dan tenang namun tetap membuatnya waspada dan selalu berhati-hati.