• Education
  • Learning Methods

Kenali Metode Belajar Kontekstual Berbasis Problem Solving

| Written by Squlio

Beberapa tahun terakhir, berbagai sekolah mulai jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga perguruan tinggi mulai menerapkan metode pembelajaran kontekstual. Metode ini digunakan untuk melatih ketrampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah (problem solving).

seluk beluk metode belajar kontekstual dengan problem solving
©Neuro Fit Now

Pendidikan merupakan sarana untuk membentuk karakter anak agar memiliki kepekaan terhadap permasalahan yang ada. Oleh karena itu, pendidikan anak harus mampu membekali anak dengan ketrampilan untuk berpikir kritis, mandiri, dan memecahkan masalah. Ini berlaku tak hanya untuk menghadapi pelajaran yang diberikan di sekolah namun juga dalam berbagai aspek kehidupannya di masa depan.

Sayangnya, ada sederet penelitian yang menemukan bahwa banyak siswa di sekolah dan mahasiswa di perguruan tinggi yang merasa kesulitan membuat hubungan antara apa yang mereka pelajari dan bagaimana pengetahuan mereka harus digunakan dalam memecahkan masalah. Fenomena ini diyakini bersumber pada metode pembelajaran konvensional yang diterapkan oleh para guru dan dosen zaman dulu, yaitu dengan metode ceramah.

Konsep Metode Pembelajaran Kontekstual

Salah  satu pendekatan untuk membantu mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan metode pembelajaran kontekstual. Contextual Theaching and Learning (CTL) adalah suatu strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka.

Ada 3 konsep dasar yang harus kita pahami dalam strategi pembelajaran ini, antara lain:

  1. Menekankan kepada proses keterlibatan siswa untuk menemukan materi
  2. Mendorong agar siswa dapat menemukan hubungan antara materi yang dipelajari dengan situasi kehidupan nyata
  3. Mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan

Strategi Problem Solving

Salah satu pendekatan metode pembelajaran kontekstual adalah melalui pemecahan masalah atau problem solving, di mana proses pembelajaran menggunakan masalah di dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar berpikir kritis dan memecahkan masalah, serta untuk memperoleh pengetahuan dan esensi dari pelajaran yang sedang dipelajari.

Pemecahan masalah atau problem solving adalah proses penerapan pengetahuan yang telah diperoleh sebelumnya ke dalam situasi baru yang belum dikenal, penilaian terhadap kemampuan siswa dalam pemecahan masalah disarankan mencakup kemampuan yang terlibat dalam proses pemecahan masalah, yaitu:

  • Memahami masalah
  • Merencanakan penyelesaian masalah
  • Melaksanakan perencaan atau menyelesaikan masalah
  • Melihat hasil penyelesaian masalah

Kelebihan dan Kelemahan Strategi Problem Solving

Meski diyakini mampu melatih anak untuk berpikir kritis dan mandiri, namun ada beberapa kelebihan lain sekaligus kelemahan yang dipunyai strategi pembelajaran ini. Berikut ini adalah kelebihan dari pembelajaran problem solving:

  • Melatih anak untuk berpikir secara sistematis
  • Mendidik anak untuk berpikir kritis
  • Melatih kemandirian anak
  • Membuat anak menjadi percaya diri
  • Melatih kemampuan anak untuk menyelesaikan masalah

Sedangkan beberapa kelemahan dari penerapan metode ini, antara lain:

  • Membutuhkan waktu yang relatif lama untuk menyelesaikan materi pelajaran
  • Saat berada dalam kelompok, ada kemungkinan anak-anak yang aktif dan pandai mendominasi diskusi dan jalannya proses problem solving, sehingga anak yang pasif tidak mampu menunjukkan kemampuannya dengan maksimal

Metode pembelajaran apapun yang diterapkan, akan memberikan hasil yang optimal jika sesuai dengan tipe belajar masing-masing anak. Dengan begitu, potensi anak bisa dikembangkan dengan lebih optimal. Jadi, apakah metode pembelajaran kontekstual dengan menggunakan strategi problem solving ini sesuai dengan buah hati Anda?