• Education
  • Big Ideas
  • Family
  • Financial Strategies

Parents, Berapa Besar Pengorbanan Anda untuk Biaya Pendidikan Anak?

| Written by Squlio

Fakta bahwa biaya pendidikan kian hari kian mahal memang sudah bukan jadi hal yang mengejutkan, terutama bagi Anda para orang tua yang sedang menyekolahkan buah hati Anda. Tapi, seberapa besar sih sebenarnya pengorbanan Moms dan Dads untuk pendidikan anak? Simak hasil riset menarik yang dilakukan oleh HSBC berikut ini yuk!

ketahui berapa besar biaya pendidikan anak mulai sekolah dasar hingga perguruan tinggi
©BYU

Baru-baru ini HSBC melakukan survei bertajuk “The Value of Education” yang diikuti oleh 8.481 orangtua di 15 negara, mulai dari Australia, Kanada, Cina, Mesir, Perancis, Hongkong, India, Indonesia, Malaysia, Meksiko, Singapura, Taiwan, UAE, Inggris, dan Amerika. Hasilnya, sebagian besar orang tua ternyata rela mengorbankan kepentingan pribadi untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anaknya.

Dalam survei ini, didapatkan rata-rata total biaya yang dikeluarkan orang tua untuk memenuhi kebutuhan anak. Kalkulasi biaya pendidikan yang dikeluarkan oleh orang tua ini merupakan keseluruhan biaya selama anak-anak mereka bersekolah mulai dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Perhitungan biaya pendidikan ini juga berdasarkan berbagai aspek seperti biaya sekolah, buku, transportasi, dan akomodasi dari seluruh sekolah anak mereka.

Berapa Besar Biaya Pendidikan di Indonesia?

Dari 15 negara yang mengikuti survei, Indonesia menempati posisi 13 untuk rata-rata total biaya pendidikan yang dikeluarkan. Dari data yang diperoleh, rata-rata orang tua di Indonesia harus mengeluarkan uang sebesar $18.433 atau kurang-lebih Rp250 juta untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anaknya setiap tahun. Hongkong menempati posisi tertinggi dengan biaya sebesar $132.161 dan Perancis menduduki posisi terendah dengan total biaya sebesar $16.708.

Menurut Sani, seorang pegawai di Jakarta, mengatakan dirinya merasa perlu melakukan persiapan sejak dini untuk biaya pendidikan anaknya dengan menyisihkan uang 2 sampai 3 juta per bulan. Meski sang buah hati masih duduk di tingkat pre school, namun Sani merasa perlu menabung mulai sekarang untuk membiayai pendidikan anaknya pada jenjang-jenjang berikutnya. Bagaimana dengan biaya yang relatif mahal? Rupanya, Sani menyatakan tidak keberatan, asalkan sebanding dengan kualitas pendidikannya.

Peran Orang Tua Tak Sebatas Penyedia Biaya Pendidikan

Survei HSBC ini juga menemukan hal menarik lainnya, yaitu bahwa orang tua kadang ikut ambil bagian dalam jalan pendidikan anak mereka. Untuk perguruan tinggi, 13% orang tua berharap anaknya masuk ke jurusan kedokteran, 11% ke jurusan bisnis, manajemen, dan keuangan, sedangkan 10% orang tua menginginkan anaknya masuk jurusan teknik. Ketiganya adalah jurusan paling dibidik oleh orangtua untuk anak mereka.

Temuan lain menunjukkan bahwa 87% orang tua di seluruh dunia bekerja keras untuk membiayai pendidikan anak mereka, mulai dari pendidikan dasar hingga menengah ke atas. Dan, 76% orang tua mempertimbangkan untuk membiaya pendidikan anaknya hingga tingkat S2.

Hasil survei menemukan bahwa 9 dari 10 orangtua Indonesia, Cina, dan Meksiko yang disurvei HSBC menganggap penting pendidikan tingkat S2 untuk karir anak mereka. Banyak orangtua juga bersedia membiayai sekolah anaknya di luar negeri. Bahkan, untuk responden Indonesia, jumlahnya mencapai 60%.

Orang Tua Asia Lebih Optimis Akan Kesuksesan Anaknya

Masih seputar persepsi pendidikan anak di mata orang tua, ternyata orang tua di Asia jauh lebih optimis daripada mereka yang ada di Eropa. Di India, 87% orang tua optimis anaknya akan sukses. Di Cina, 84% orang tua yakin bahwa pendidikan yang tinggi dan baik akan membuat anak mereka sukses. Sementara itu, di Perancis hanya 42% orang tua yang optimis anaknya akan sukses di sekolah dan hanya 36% dari mereka yang percaya bahwa anak mereka bisa mendapatkan pekerjaan yang diinginkan.

Pengorbanan Orang Tua Demi Membiayai Pendidikan Anak

Untuk mempersiapkan tabungan pendidikan anaknya, banyak orangtua melakukan berbagai macam pengorbanan. Hasil survei menunjukkan bahwa pengorbanan ini bisa berupa mengurangi pengeluaran mereka untuk aktivitas santai (40%), bekerja lembur (21%), mengurangi porsi tabungan dan investasi jangka panjang (20%) dan mengambil pekerjaan tambahan (18%).

Jika ada biaya tambahan lain yang diperlukan untuk menunjang pendidikan anak, seperti les privat, maka sebanyak 82% orang tua dari keseluruhan peserta survei mengaku siap melakukan pengorbanan pribadi demi pendidikan anak.

Dan, meski ada berbagai subsidi untuk biaya pendidikan di Indonesia, khususnya di sekolah-sekolah negeri, namun 91% orang tua di Indonesia pernah mengikutkan anaknya dalam pendidikan di luar sekolah seperti les privat.

Bagaimana dengan Anda, Parents?

Sumber: Tirto