• Parenting
  • Toddler Phase

Peran Orang Tua untuk Perkembangan Bicara Anak Usia Dini

| Written by Squlio

Karena bahasa adalah perilaku sosial, maka perkembangan bahasa anak pun dipengaruhi oleh lingkungan sosialnya. Dalam hal ini, Moms dan Dads sebagai orang tua memiliki peran yang sangat besar dalam perkembangan bicara anak usia dini lho.

ketahui peran orang tua dalam perkembangan bicara anak usia dini
┬ęThe Bump

Para peneliti mengungkapkan bahwa usia ini merupakan waktu loncatan bahasa, karena di usia inilah anak akan mengeluarkan kata atau kalimat pertamanya. Dalam menunjang kelancaran perkembangan bicara anak usia dini, maka Dads memiliki peran yang sama pentingnya dengan Moms.

Dalam artikel sebelumnya, kita juga telah membahas mengenai bagaimana peran ayah terhadap perkembangan kognitif dan bahasa anak. Itulah sebabnya, tugas untuk melatih perkembangan bicara dan bahasa anak tidak hanya dibebankan pada Moms saja ya, Dads.

Lalu, apa sih yang bisa Moms dan Dads lakukan untuk menunjang kelancaran bicara buah hati Anda? Simak tips berikut ini yuk!

Identifikasi Usia Anak

Sebelum mengajarkan suatu hal pada buah hati, Moms dan Dads hendaknya mengetahui terlebih dahulu perkembangan yang sedang terjadi pada anak sesuai usianya. Misalnya pada saat anak berusia 10 hingga 18 bulan anak mampu mengucapkan satu kata, sedangkan untuk anak berusia 24 hingga 30 bulan, ia sudah bisa menggunakan dua frasa kata. Hal ini penting diketahui agar kita bisa mendidik anak sesuai dengan perkembangan usia dan kemampuan anak. Kalau misalnya kita mengajari anak usia 10 bulan dengan mengatakan dua frasa, maka sang anak akan sedikit kesulitan, karena memang kemampuannya belum sampai pada tahap itu.

Kerjasama dan Konsistensi

Moms dan Dads perlu menjalin kerjasama yang baik dalam upaya untuk menunjang perkembangan bicara anak. Caranya bisa dengan saling memberi tahu apabila ada perkembangan atau informasi baru yang perlu ditindaklanjuti. Selain itu, jangan lupakan konsistensi. Contohnya, meski Moms sedang tidak ada, kesepakatan penggunaan gadget dan menonton TV tetap dilaksanakan. Perhatian anak akan mudah teralihkan dari gadget bila diajak melakukan kegiatan yang menyenangkan sambil belajar. Dan mengenai gadget ini, sebenarnya masih banyak terjadi salah kaprah. Gadget dan TV dianggap bisa menjadi alat stimulus kemampuan bicara anak. Padahal faktanya, anak dapat terstimulasi bicara karena adanya interaksi dengan orang tua.

Hindari Baby Talk dan Gunakan Bahasa yang Benar

Ketika anak baru belajar bicara, terkadang kita gemas mendengarkan celotehan mereka yang lucu karena pengucapan kata mereka yang belum benar dan kebayi-bayian alias baby talk. Akhirnya, kita pun sering mengikuti kata-kata anak tersebut. Misalnya saat anak ingin mengatakan kodok, tapi kata yang keluar adalah odok. Nah, meski terdengar lucu, namun ini tidak boleh Moms dan Dads lakukan jika ingin anak belajar bahasa dengan baik. Gunakan bahasa yang benar, bukan justru mengikutinya. Saat anak mengeluarkan kata yang salah hendaknya kita membenarkan dengan mengulang-ulang kata yang benar. Selain itu, kita harus menjaga perkataan kita, karena sang anak akan dengan cepat meniru apa yang telah kita katakan.

Bedtime Story

Kebiasaan mendongeng atau membacakan cerita pada anak sebelum tidur merupakan salah satu kebiasaan yang baik. Bahkan, ini juga baik untuk membantu perkembangan bahasa anak, Parents. Namun, kita perlu memilih cerita yang sesuai dengan usia anak. Agar semakin menarik, dongengkanlah cerita tersebut dengan gaya bahasa yang menarik ditambah dengan ekspresi. Hal ini tidak hanya berguna untuk mengenalkan suatu kisah pada sang anak, namun jalinan kasih akan semakin kuat antara orang tua dan anak.

Belajar dalam Kegiatan Sehari-hari

Kegiatan sederhana yang biasa kita lakukan sehari-hari dengan anak juga bisa menjadi media belajar bahasa yang baik lho, Parents. Saat bermain misalnya, ajaklah anak untuk bicara atau bisa juga Anda ajak anak untuk melakukan permainan story telling. Ini tentu akan sangat disukai anak. Bisa juga saat anak sedang makan, Moms mengenalkan nama-nama makanan yang ada di piringnya. Dan masih banyak lagi kegiatan sehari-hari lainnya yang bisa menjadi media belajar untuk anak.

Perkembangan bicara anak usia dini memang dipengaruhi oleh banyak faktor. Namun demikian, agar berlangsung optimal, kita perlu memberikan stimulasi yang cukup. Dan hal ini tidak bisa hanya dilakukan oleh Moms saja, namun Dads juga harus aktif mendukung ya. Selamat mencoba!