• Family
  • Health Guidance

Yuk Mengenal Perbedaan Susu Segar, Pasteurisasi, dan UHT!

| Written by Squlio

Buah hati Anda gemar minum susu, Moms? Susu apa yang biasanya Moms berikan untuk buah hati tercinta? Nah, kali ini kita akan mengetahui apa sih perbedaan susu segar, pasteurisasi, dan UHT itu.

kenali perbedaan susu segar, pasteurisasi, dan UHT
┬ęDodoni

Susu adalah salah satu minuman yang disukai oleh banyak orang, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Di antara berbagai jenis produk susu yang ada di pasaran, susu cair seringkali menjadi pilihan para ibu karena dianggap lebih fresh dan praktis jika dibandingkan dengan susu bubuk.

Jika kita perhatikan kemasan susu cair yang sering kita jumpai di toko atau supermarket, maka ada yang mencantumkan susu segar, susu pasteurisasi, dan susu UHT sebagai ingredient-nya. Meski secara fisik terlihat sama, namun ada perbedaan susu segar, pasteurisasi, dan UHT lho, Moms. Apakah itu?

Perbedaan Proses Pengolahan

Susu segar diperoleh langsung dari hasil pemerahan susu sapi, kemudian disaring untuk menghilangkan kotoran. Sebelum dikonsumsi, susu segar dipanaskan terlebih dahulu sebentar. Susu pasteurisasi diperoleh dari susu segar yang dipanaskan pada suhu 72-75 derajat Celsius selama paling tidak 15 detik. Sedangkan susu UHT diproses pada suhu yang jauh lebih tinggi yaitu 135-150 derajat Celsius hanya selama 2 hingga 4 detik.

Perbedaan suhu dan lama pemanasan ini memiliki tujuan yang berbeda. Pada susu segar pemanasan dilakukan untuk meminimalisir bakteri, sedangkan pada susu pasteurisasi bertujuan untuk membunuh sel vegetatif bakteri patogen penyebab penyakit namun masih menyisakan bakteri-bakteri pembusuk dan bakteri pembentuk spora yang cukup tahan akan perlakuan pemanasan. Sementara pada susu UHT, pemanasan dilakukan untuk membunuh semua jenis mikroba hingga dicapai kondisi steril.

Perbedaan Daya Simpan

Di antara ketiga jenis susu ini, susu segar adalah jenis yang harus segera dikonsumsi setelah dipanaskan, karena susu ini mudah rusak. Jika Moms membeli susu segar dan warnanya sudah berubah (misalnya kekuningan), lebih baik jangan diminum karena ini pertanda susu tersebut sudah tidak layak konsumsi. Pada suhu ruang, susu segar hanya dapat bertahan sampai 2 jam, sedangkan di lemari es hingga 12 jam.

Susu pasteurisasi hanya dapat bertahan 4 jam di suhu ruang. Jadi, segera setelah Moms membeli susu pasteurisasi, segera masukkan ke dalam lemari es. Dan setelah dibuka, susu ini hanya dapat bertahan selama 3 hari di lemari es, Moms.

Bagaimana dengan susu UHT? Nah, susu jenis ini memiliki daya tahan yang paling lama. Sebelum dibuka, susu UHT bisa bertahan selama 6-12 bulan di suhu ruang tapi yang tidak terkena paparan sinar matahari. Setelah dibuka, susu UHT bisa bertahan di lemari es selama 5 hari.

Perbedaan Kandungan Gizi

Perbedaan susu segar, pasteurisasi, dan UHT lainnya ada pada kandungan gizinya. Pada susu segar, karena tidak melalui proses pengolahan, kandungan gizinya masih sangat tinggi, mulai dari vitamin A, B, C, dan D, lalu protein, karbohidrat, mineral, dan lemak.

Susu UHT dan pasteurisasi tidak memiliki kandungan yang sama seperti susu segar. Dalam proses pengolahannya, kedua susu tersebut dipanaskan di suhu yang tinggi. Akibatnya, kandungan nutrisi alami seperti vitamin dan mineral pada susu akan berkurang. Namun demikian, susu jenis ini juga masih mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh anak.

Dengan mengetahui perbedaan susu segar, pasteurisasi, dan UHT, kini Moms bisa lebih mudah memilih jenis susu mana yang ingin Moms berikan pada buah hati dan seluruh anggota keluarga di rumah ya.