• Parenting
  • Toddler Phase
  • Childhood Stage
  • Teenage Year

Parents, Apakah Anda Termasuk Orang Tua yang Overprotektif?

| Written by Squlio

Setiap orang tua tentu ingin melindungi anak-anaknya. Akan tetapi, tidak jarang orang tua justru memberikan perlindungan yang berlebihan. Nah, apakah Anda menerapkan pola asuh overprotektif pada buah hati Anda? Dan apa dampaknya bagi perkembangan buah hati Anda?

kenali tanda orang tua yang menerapkan pola asuh overprotektif
©In Vivo

Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin maju ini, semakin banyak pula tuntutan orang tua pada anak. Orang tua ingin anaknya meraih prestasi yang maksimal sehingga orang tua pun cenderung menerapkan kontrol yang berlebihan. Ini membuat semakin maraknya orang tua yang menerapkan pola asuh overprotektif, atau biasa disebut dengan istilah helicopter parenting.

Apakah Anda Menerapkan Pola Asuh Overprotektif?

Anda mungkin tidak selalu menuruti kemauan anak. Anda juga tidak mudah luluh dengan rengekan anak Anda. Lantas, apakah ini berarti Anda bukan orang tua yang overprotektif? Ternyata belum tentu lho, Parents. Simak beberapa tanda helicopter parenting berikut ini untuk mengetahuinya:

  1. Anda selalu khawatir pada keselamatan buah hati Anda
  2. Anda selalu berusaha meminimalisir rasa sakit buah hati Anda, misalnya dengan melarang anak bersepeda di luar karena takut jatuh di jalanan beraspal
  3. Anda tidak percaya pada keputusan yang diambil oleh buah hati Anda
  4. Anda meyakini bahwa buah hati Anda akan tumbuh dengan baik jika ia selalu bahagia sepanjang hidupnya
  5. Anda selalu ingin mengawasi setiap kegiatan buah hati Anda
  6. Anda tidak menerima kenyataan bahwa buah hati Anda pernah ditanggapi secara negatif oleh orang lain
  7. Anda selalu berusaha masuk ke dalam kehidupan sosial buah hati Anda

Sebenarnya, masih ada banyak tanda dari pola asuh protektif ini, namun beberapa tanda di atas bisa menjadi contoh yang paling sering terjadi. Pada intinya, orang tua yang overprotektif seringkali tidak mempercayai bahwa anak bisa melakukan segala sesuatunya sendiri. Pada akhirnya, orang tualah yang selalu melakukan setiap hal untuk si anak, mulai dari mengambil keputusan kecil seperti memilihkan pakaian hingga keputusan yang lebih besar seperti berangkat ke sekolah sendiri.

Apa Dampak dari Pola Asuh Overprotektif?

Meskipun tujuan Anda untuk melindungi buah hati adalah baik, namun jika dilakukan dalam porsi yang berlebihan justru akan memberi dampak yang tidak baik. Berikut ini adalah beberapa dampak negatif dari pola asuh yang overprotektif:

  1. Anak menjadi penakut
  2. Anak menjadi tidak percaya diri
  3. Anak hidup dalam ketergantungan pada orang lain
  4. Anak tidak mampu menyelesaikan masalahnya sendiri
  5. Anak tidak dapat mengambil keputusan
  6. Anak jadi mudah berbohong
  7. Anak cenderung mudah stres

Sebuah survei yang dilakukan oleh Center for Collegiate Mental Health di Pennsylvania State University Amerika Serikat, menemukan bahwa ganguan kecemasan merupakan masalah kesehatan jiwa utama yang dialami oleh mahasiswa.

Dan ternyata, salah satu faktor penyebabnya adalah pola asuh orangtua yang overprotektif, berupa pengawasan yang berlebihan terhadap kegiatan akademis dan non-akademis anak. Meskipun anak tidak melakukan kesalahan apa pun, diawasi tanpa henti memang bisa membuat anak jadi cemas karena jadi takut melakukan kesalahan.

Bagaimana Cara Melindungi Anak Tanpa Menjadi Overprotektif?

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa pada dasarnya melindungi anak adalah hal yang baik. Bahkan ini adalah salah satu kewajiban orang tua. Namun, terlalu berlebihan dalam melindunginya terbukti memiliki cukup banyak dampak buruk. Jadi, apa yang harus Anda lakukan untuk melindungi buah hati tanpa menjadi overprotektif? Cobalah beberapa tips berikut ini:

  1. Biarkan buah hati Anda belajar mengalami rasa sakit dan kegagalan
  2. Tidak perlu mencampuri kehidupan sosial anak terlalu dalam
  3. Doronglah buah hati Anda untuk menjadi mandiri
  4. Tenangkan buah hati Anda saat ia mengalami situasi negatif
  5. Berikan kesempatan buah hati untuk menyelesaikan masalahnya sendiri
  6. Ajari buah hati untuk membangun komunikasi dan hubungan sosial yang baik
  7. Bersikap tegas saat buah hati melewati batasan atau melanggar aturan yang sudah ditetapkan
  8. Berikan buah hati Anda kepercayaan

Melindungi anak bukan lantas mengharuskan Anda menerapkan pola asuh overprotektif. Tugas Anda adalah mengajari anak menjadi pribadi yang tangguh, yang mampu melindungi diri, bertahan akan rasa sakit, kuat menghadapi masalah dan mampu menyelesaikannya.