• Education
  • Big Ideas

Mengenal Sejarah Perkembangan Kurikulum Pendidikan di Indonesia

| Written by Squlio

Kurikulum pendidikan dari masa ke masa tentu mengalami perubahan dan perkembangan. Ini terjadi di setiap negara. Sebagian pakar pendidikan berpendapat bahwa hal ini disebabkan oleh karena kebutuhan masyarakat yang berkembang.

ketahui bagaimana perkembangan kurikulum pendidikan di Indonesia
© Gavin School

Perubahan dan perkembangan pun terjadi pada kurikulum di Indonesia. Dan, sebagai bangsa yang pernah mengalami penjajahan, tak bisa dipungkiri bahwa kurikulum pendidikan di negeri kita juga terpengaruh oleh kurikulum dari negara-negara yang dulu pernah menjajah Indonesia.

Fase Perkembangan Kurikulum Pendidikan di Indonesia

Pada dasarnya, perkembangan kurikulum pendidikan di Indonesia terbagi ke dalam 4 (empat) fase, yaitu:

Periode Sebelum Kemerdekaan (sebelum tahun 1945)

Mengingat Belanda adalah bangsa yang paling lama menjajah Indonesia, kurikulum pendidikan pada masa sebelum kemerdekaan pun, tepatnya sejak tahun 1617, telah mengikuti kurikulum pendidikan yang saat itu tengah diterapkan di negeri Belanda.

Kurikulum pendidikan yang diterapkan pun mengalami berbagai perubahan. Mulai dari mata pelajaran wajib yang diajarkan, hingga munculnya kurikulum pendidikan baru yang dilatarbelakangi oleh kebutuhan rakyat yang saat itu masih buta huruf dan tidak dapat berhitung.

Periode Masa Kemerdekaan (tahun 1945-1968)

Kurikulum pendidikan pertama yang lahir pada masa kemerdekaan memakai istilah dalam bahasa Belanda “leer plan” yang artinya rencana pelajaran.

Kurikulum pendidikan yang berjalan saat itu dikenal dengan sebutan Rentjana Pelajaran 1947, yang baru dilaksanakan pada tahun 1950. Sejumlah kalangan menyebut sejarah perkembangan kurikulum pendidikan di masa ini diawali dari Kurikulum 1950. Pada saat itu, kurikulum pendidikan di Indonesia masih dipengaruhi sistem pendidikan kolonial Belanda dan Jepang, sehingga hanya meneruskan yang pernah digunakan sebelumnya.

Menjelang tahun 1964, pemerintah kembali menyempurnakan sistem kurikulum pendidikan di Indonesia. Pemerintah mempunyai keinginan agar rakyat mendapat pengetahuan akademik untuk pembekalan pada jenjang sekolah dasar. Sehingga, pembelajaran pun dipusatkan pada program Pancawardhana, yaitu pengembangan moral, kecerdasan, emosional/artistik, keprigelan, dan jasmani.

Periode Tahun 1968-1999

Dari segi tujuan pendidikan, Kurikulum 1968 bertujuan bahwa pendidikan ditekankan pada upaya untuk membentuk manusia Pancasila sejati, kuat, cerdas, terampil, serta memiliki moral dan budi pekerti yang luhur.

Perkembangan kurikulum pendidikan ini menjadi kurikulum 1975 yang kemudian disempurnakan oleh kurikulum 1984, di mana siswa ditempatkan sebagai subjek belajar. Dari mengamati sesuatu, mengelompokkan, mendiskusikan, hingga melaporkan. Model ini disebut Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) atau Student Active Learning (SAL).

Periode Pasca Reformasi

Suplemen Kurikulum 1999 digunakan untuk menyempurnakan Kurikulum 1994, merupakan hasil upaya untuk memadukan kurikulum-kurikulum sebelumnya, terutama kurikulum 1975 dan 1984. Sayangnya, perpaduan antara tujuan dan proses belum berhasil. Sehingga banyak kritik berdatangan, disebabkan oleh beban belajar siswa dinilai terlalu berat, dari muatan nasional sampai muatan lokal.

Pada perkembangannya, muncullah Kurikulum 2004 yang merupakan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK),  dan Kurikulum 2006 atau yang dikenal dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

Disusul dengan Kurikulum 2013 atau Pendidikan Berbasis Karakter adalah kurikulum baru yang dicetuskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk menggantikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

Kurikulum 2013 merupakan sebuah kurikulum yang mengutamakan pemahaman, skill, dan pendidikan berkarakter. Siswa dituntut untuk paham atas materi, aktif dalam berdiskusi dan presentasi serta memiliki sopan santun disiplin yang tinggi. Kurikulum ini menggantikan KTSP yang diterapkan sejak 2006 lalu.

Perubahan demi perubahan yang terjadi pada kurikulum pendidikan di tanah air merupakan bukti dari berkembangnya pemahaman akan pentingnya pendidikan, karena setiap kurikulum yang baru ditujukan untuk menyempurnakan kurikulum sebelumnya.