• Parenting
  • Childhood Stage
  • Teenage Year

Parents, Kenali Tanda Kecanduan Gadget pada Anak Berikut Ini!

| Written by Squlio

Perkembangan teknologi yang kian canggih memang sangat banyak membantu berbagai aktivitas sehari-hari kita. Bahkan kini, anak-anak pun wajib “melek teknologi”. Hal ini pun membuat anak menjadi begitu dekat dengan gadget. Tapi, Parents patut waspada terhadap kecanduan gadget pada anak. Untuk itu, kenali tanda-tandanya berikut ini!

panduan bagi orang tua untuk mengenali tanda kecanduan gadget pada anak
©Crunch Tech

Bagi sebagian orang tua, terutama yang super sibuk, gadget adalah salah satu “senjata” yang ampuh untuk membuat buah hati mereka bisa tetap diam di rumah. Para orang tua ini merasa bahwa saat anak asyik dengan gadget-nya, mereka akan lebih mudah mengawasi anak-anak mereka. Padahal, kebiasaan berkutat dengan gadget terus menerus bisa menimbulkan masalah serius, yaitu kecanduan gadget.

Kecanduan gadget pada anak bisa memicu banyak gangguan kesehatan. Tak hanya kesehatan fisik, namun juga kesehatan mental mereka. Bermain gadget dalam jangka waktu lama membuat anak tidak banyak bergerak. Kurangnya aktivitas fisik akan membuat anak berisiko terkena obesitas dan berbagai penyakit lainnya. Pancaran cahaya biru dari layar gadget pun bisa merusak mata anak jika terpapar terlalu lama.

Penelitian Ilmiah Mengenai Kecanduan Gadget pada Anak

Sebuah penelitian yang dilakukan di Universitas Michigan telah mengukur tingkat anak kecanduan gadget di usia 4-11 tahun. Para ilmuwan yang dipimpin oleh Sarah Domoff menyimpulkan bahwa cara anak menggunakan gadget (bukan jumlah waktu) dapat dijadikan indikator dari masalah emosional apakah anak kecanduan gadget atau tidak.

Menurut studi yang dipublikasikan dalam jurnal American Psychological Association ini, kecanduan gadget pada anak tidak bisa hanya dilihat dari waktu yang dia habiskan bermain gadget, tapi juga konten yang ia lihat dan mainkan. Ini artinya, meskipun orang tua berusaha mengurangi atau membatasi waktu anak bermain gadget, apa yang dilihat atau dimainkan anak dengan gadget-nya juga harus menjadi perhatian. Konten dari gadget juga bisa mempengaruhi emosi anak, terutama jika mereka menghabiskan banyak waktu terpapar gadget.

Dalam beberapa penelitian lain, ilmuwan menemukan bahwa gadget bisa memengaruhi bagian otak anak yang disebut frontal cortex, dan meningkatkan level dopamin. Akibatnya, anak merasa terikat pada gadget. Bila sesuatu terasa menyenangkan bagi anak, maka susah untuk melepaskan diri dari sesuatu tersebut, termasuk gadget.

Sebuah penelitian dilakukan pada tahun 2010 menemukan bahwa anak-anak yang menghabiskan waktu lebih dari 2 jam untuk bermain gadget memiliki masalah psikologis yang lebih tinggi. Studi mengenai paparan gadget pada balita juga menunjukkan dampak negatif, yang mengakibatkan mereka mengalami keterlambatan tumbuh kembang dan bicara.

Dari berbagai penelitian ini, sudah semestinya Parents lebih waspada terhadap risiko kecanduan gadget pada anak.

Tanda-tanda Kecanduan Gadget pada Anak

Di Inggris, seorang anak perempuan berusia 4 tahun dilaporkan mengalami kecanduan iPad dan harus dirawat oleh psikiater. Ketika iPad-nya diambil, gadis kecil ini akan mengamuk dan tidak mampu mengontrol tingkah lakunya. Seperti itulah jika seorang anak telah mengalami kecanduan gadget. Nah, agar buah hati tercinta Anda terhindar dari kejadian seperti ini, Anda perlu mengenali beberapa tanda kecanduan gadget pada anak di bawah ini:

  • Bermain gagdet dalam waktu cukup lama, hingga lebih dari 6 jam
  • Terobsesi dengan gadget
  • Marah, sedih, dan frustasi jika dilarang bermain gadget
  • Pola tidur terganggu akibat terlalu lama bermain gadget
  • Menolak bersosialisasi dan bermain dengan teman sebayanya
  • Tidak fokus terhadap sekolah, bahkan pada anak remaja, mereka sampai membolos demi menghabiskan waktu bermain gadget
  • Rutinitas terganggu, bahkan sampai malas makan, mandi, dan sebagainya

Jadi, Parents, mari meningkatkan kewaspadaan kita terhadap penggunaan gadget pada anak. Dengan mengetahui tanda kecanduan gadget pada anak seperti yang sudah disebutkan, semoga kita bisa mencegah anak-anak kita untuk mengalami gangguan yang mengkhawatirkan ini.